Hai nak!!

Dalam 20 sampai 30 tahun mendatang mungkin anak saya sudah menginjak usia dewasa, dimana usia tersebut adalah puncak dari jiwa muda yg haus akan sesuatu yg membanggakan. Hmmm btw saya belum tahu akan dipanggil ayah atau papa 😀

Mungkin diantara kawan-kawan anak saya nanti banyak anak-anak yg bangga dengan ayah nya karna berpendidikan bagus, berwibawa, relasi yang luar biasa dan lain sebagainya, dan diwaktu yang sama, saya juga sadar anak saya kelak akan mencari sesuatu yang bisa dibanggakan juga dari sosok ayah nya ini, hmmm dan mungkin, anak saya akan kesulitan mencarinya. haha semangat nak!!!! 🙂
saya tidak bermaksud memandang buruk orang-orang yg mendapat pendidikan yang baik atau mencari pembenaran akan sesuatu yg saya dapati, sama sekali tidak! saya mengerti betul tentang pengetahuan yang bernama takdir, jadi saya tidak menyalahkan itu.
Nak, ayah memang bukan berasal dari perguruan tinggi yang dipandang luar biasa oleh orang banyak, ayah juga mungkin tidak berwibawa layaknya ayah yang lain, ayah seperti ini mungkin sebagiannya adalah hasil dari kesalahan ayah sendiri sewaktu muda, dan juga jangan pernah salahkan kakek kamu untuk sesuatu yang ayah dapatkan selama ini, ini bukan salah kakekmu, dan percayalah ini juga bukan sesuatu yang bersifat benar atau salah.
….
sekarang sampai detik tulisan ini dibuat, saya terus belajar, terus bertemu banyak orang, terus melihat hidup dari berbagai versi, versi yg sukses, versi yang belum sukses, bahkan dari versi yang sulit dimengerti, dan saya yakin nanti saya punya cara sendiri untuk buat anak saya bangga, bangga akan sesuatu yang bukan dari pendidikan saya, bukan dari kewibawaan saya, tapi hal lain yang sepertinya baru akan terbukti nanti, karna sampai detik ini saya sedang belajar tentang edukasi yang engga ada di kuliah ataupun skripsi. insya allah saya bisa buktikan itu! dan kalaupun anak saya nanti masih kesulitan melihat sesuatu yang bisa membanggakan dirinya di dunia, hmm mungkin anak saya baru akan bisa melihat nya nanti ketika di akherat. 🙂 amin
Note : Hmm jangan terlalu serius, ini bukan curahan hati, ini hanya mencoba bermimpi, mimpi yg cuma bisa dibuktikannya nanti.

jangan terlalu serius 🙂