Psikologi, Budaya, atau Jiwa Majikan?

pernah denger ketika ada seorang guru sengaja mengajar dengan metode keras seperti tentara? ini bukan fisik yg ketika muridnya salah melakukan tugas langsung diberi bogem mentah. ini bukan itu.
yg dimaksud disini adalah didikan secara mental. ngajarin sesuatu ke seseorang yg belum bisa dengan ngincer mentalnya dipercaya cara terampuh buat membuat seseorang itu menjadi bisa.
pernah denger dong? atau jangan jangan pernah ngalamin? hahah
sepakat dengan cara itu?
yes! saya sepakat ini terbukti ampuh buat membuat murid menjadi berhasil bisa melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan si guru.
tapi buat saya, ini engga berlaku kesemua orang. ketika ada seorang guru yg ketika mengajarkan sesuatu kepada muridnya hanya karna sang guru pernah mengalami gemblengan secara mental dan dia meniru cara itu karna menurut dia itu cara terbaik buat saya itu adalah guru terbodoh!!
mengajarkan sesuatu kepada murid bukan soal “saya bisa berhasil menjadi bisa karna gemblengan mental” lantas kita menggunakan cara yg sama, itu tolol. guru itu seharusnya bisa melihat murid secara dalam lalu bisa memutuskan cara seperti apa yg pantas untuk mengajar dengan kondisi murid seperti yg dia lihat, bukan dengan menyamakan sesuatu dengan apa yg sudah dialami oleh sang guru.
setiap manusia punya cerita yg berbeda-beda, yg artinya setiap manusia punya sisi sikologis yg berbeda-beda.
saya tau, mungkin ini efek dari sosial media. sadar engga sadar. tapi ini beneran efek dari itu.
#ifyouknowwhatimean